Selasa, 23 Mei 2017

Akhir



Terimakasih sudah mengenalkanku pada iga yang walupun berisik namun tetap beirisi, mas nanda dan mbak rara yang sampai mereka berpisah kita tak sempat melihatnya bersama, mas eki dan mas kharis dengan kecerdasan mereka, bang cholil dan adrian yang selalu  mampu menciptakan pasarnya sendiri.


Terimakasih karna membuatku mengerti bahwa menurut sapardi mencintai hanyalah sesederhana kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.


Terimakasih karena sekarang aku paham bahwa persis seperti yang dikatakan Aan Mansyur jika mantan kekasih persis seperti utang, kita tidak pernah betul-betul melupakannaya. Kita hanya selalu pura-pura melupakannya


Terimakasih karna sudah mengajakku bertamasya ke laut bertiga dengan hujan, karna sejak itu aku yakin bahwa langit soreku tak akan lagi sama.


Terimakasih karna telah mengajariku untuk berjuang, dan menyadarkanku bahwa terkadang kita harus mampu menjadi pehlawan untuk diri kita sendiri


Terimakasih karna selalu mengajaku melihat band-bandan yang notabennya hanya penampilan orang-orang yang menyerukan pemikiran mereka dengan cara yang berbeda


Terimakasih karena sering menemaniku makan di kaki lima bersama dengan malam dan bising jalanan


Terimakasih karna selalu melipat jarak hanya untuk sekedar saling membunuh waktu bersama


Terimakasih karna sudah mengenalkanku pada ibumu


Dan kini, sampaikan salamku untuknya

Minggu, 21 Mei 2017

A Year Ago

Pada suatu malam kita duduk pada sebuah gerobak ronde
Kamu memintal rasa sesalmu dan aku berlari pada degup jantungku
Kau memaksaku menyeduh secangkir tanya
Langsung kau teguk
Sayangnya jawabnya tak jua jatuh di sekata lidahmu
Jadilah jam merupa tahun
Dan hari merupa abad
Tua lah aku di dalam bisumu













(21 mei 2016, YCP)

Rabu, 10 Mei 2017

Cinta Itu ...





Cinta bukan soal pengorbanan
dengan tulus tak terasa beban.


Biarlah yang terbaik jadi manis, dan pahit tak ‘kan jadi tangis.

Cinta memang tak perlu berbalas.
Tak usah mengemis dan memelas.


Biarlah yang terbaik jadi manis, dan pahit tak ‘kan jadi tangis. 

Cinta itu buat kapan-kapan
kala hidup tak banyak tuntutan:


biarlah yang terbaik jadi manis, dan pahit tak ‘kan jadi tangis.










silampukau