Kamis, 30 Maret 2017

Balasan Pesan



Aku tau
kau memang sedang meraih setiap mimpimu dan sibuk dengan dunia kerjamu
dan aku tau betul bahwa banyak beban dan tanggung jawab yang harus kau pikul dipundakmu.
Tapi tau kah kau rasanya terabaikan
Taukah kau rasanya menunggu berjam-jam hanya untuk dapat saling bertukar kabar


Jika kau memang takut akan ada yang memberikan waktunya lebih padaku, lalu kenapa tidak kau luangkan waktumu sebentar untukku?
Jika kau memang takut akan ada yang lebih peduli padaku, lalu mengapa seolah-olah kau lebih peduli pada dirimu sendiri?


Aku tidak pernah lupa, bahkan aku selau ingat bahwa aku adalah bagian dari mimpi-mimpi besarmu
Tapi tidakkah kau tau rasanya melewati masa- masa sulit itu tanpamu?


Aku selalu berharap, aku akan tetap menjadi yang kau miliki
Dan semoga akan tetap demikian adanya.

Senin, 27 Maret 2017

Mimpi

Guru 
              Ya dia memang berkeinginan untuk menjadi guru. 
Bukan guru dikota-kota besar melainkan guru dipelosok negri. 
Guru ditempat terkecil bahkan bisa dibilang pedalaman. 


             Tempat dimana tidak banyak orang ingin untuk mengajar disana, tempat dimana rentan adanya konflik atau pun perang antar suku, tempat dimana banyak penyakit dan minimnya air bersih. 


            Namun itu adalah tempat dimana ia ingin mengabdikan dirinya untuk membangun bangsanya melalui pendidikan. 
Keinginan yang begitu besar, bahkan sejak dia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. 


Entah apa yang membuatnya begitu ingin menjadi pendidik di tempat yang seperti itu, dimana ketika para sarjana pendidikan berlomba-lomba mencari sekolah di pusat kota dengan fasilitas yang lengkap dan gaji yang besar, sedangkan perempuan itu tergila-gila dengan sgala yang ada di timur Indonesia, tempat dimana ia ingin membagikan ilmu yang diamilikinya selama ini.  


Kulit yang hitam legam terbakar matahari dan wajah murni dihiasi senyuman manis lah yang mampu menggetarkan hatinya dan membuat tekadnya semakin kuat untuk meninggalkan kotanya dan beralih kedesa yang jauh dari kata nyaman. 


Jika semua orang berpikir mereka harus menjadi guru di sekolah yang bagus dan nyaman, lalu siapa kah yang akan mendidik anak-anak ditimur negri ini? Jika para sarjana pendidikan hanya berorientasi pada gaji besar dengan fasilitas lengkap, lalu siapa kah yang akan menggali potensi besar ditempat yang dianggap kecil itu?


 Pada dasarnya perempuan ini memiliki kesempatan yang sangat besar untuk dapat menikmati hidupnya sendiri, namun ia memilih mengabdi dan berbuat sesuatu untuk bangsanya. Memang banyak cara dan jalan untuk mengabdi bagi bangsa, dan menjadi pendidik adalah jalan yang ia pilih.

Senin, 20 Maret 2017

Sebuah Pesan




Suatu hari nanti, mungkin aku akan jarang menemanimu menghabiskan malam dengan nonton konser indie ataupun membunuh waktu dengan mapan seharian dikamar kosmu.

Sebab aku harus bekerja lebih keras. Demi banyak hal yang ingin kukejar dalam hidupku. Mungkin saja aku akan terlihat lebih mementingkan diriku sendiri daripada kamu. Dan mungkin saja akan menjadi menyebalkan dan membuatmu merasa diabaikan.

Kau, kau akan merasa bahwa aku tidak seperti hari ini, dan kau akan merasa bahwa kau bukan bagian yang penting lagi. Akan ada banyak pikiran buruk yang mendatangi kepalamu.

Kau tau?
Aku takut hal itu terjadi. Terutama saat aku sibuk dengan impian dan kerjaanku nanti, akan ada orang lain yang sanggup memberi waktunya lebih banyak dibanding aku yang sibuk mengejar mimpiku

Seseorang yang mungkin saja jauh lebih peduli, dan yang mempunyai renacana untuk merebutmu. Seseorang yang membunuhku secara perlahan.

Aku takut.
Aku takut jika kau lupa bahwa semua yang kuperjuangkan ini untukmu juga

Kau harus tau akan ada saat-saat sulit yang akan kita hadapi nanti. Jangan pernah berpikir aku telah berhenti peduli. Jika terlihat mengabaikan, kumohon jangan cari perhatian lain, marahlah padaku agar aku mampu mengatur kembali pola hidupku.

Aku tak pernah tau bagaimana akhir sebuah hari,
Aku hanya tau kini dan nanti, kaulah yang kumiliki.