Sabtu, 10 Juni 2017

june

setelah hari ini kau akan mengerti  bahwa hidup bisa jauh lebih pait dari kopi pagimu

Senin, 05 Juni 2017

Liar (?)


i thought we were forever
no matter happened we strengthen each other
then you meet her
and think that she can make you better
do you remember about last summer
you said that we will grow old together
but now i know
you're just ........

Selasa, 23 Mei 2017

Akhir



Terimakasih sudah mengenalkanku pada iga yang walupun berisik namun tetap beirisi, mas nanda dan mbak rara yang sampai mereka berpisah kita tak sempat melihatnya bersama, mas eki dan mas kharis dengan kecerdasan mereka, bang cholil dan adrian yang selalu  mampu menciptakan pasarnya sendiri.


Terimakasih karna membuatku mengerti bahwa menurut sapardi mencintai hanyalah sesederhana kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.


Terimakasih karena sekarang aku paham bahwa persis seperti yang dikatakan Aan Mansyur jika mantan kekasih persis seperti utang, kita tidak pernah betul-betul melupakannaya. Kita hanya selalu pura-pura melupakannya


Terimakasih karna sudah mengajakku bertamasya ke laut bertiga dengan hujan, karna sejak itu aku yakin bahwa langit soreku tak akan lagi sama.


Terimakasih karna telah mengajariku untuk berjuang, dan menyadarkanku bahwa terkadang kita harus mampu menjadi pehlawan untuk diri kita sendiri


Terimakasih karna selalu mengajaku melihat band-bandan yang notabennya hanya penampilan orang-orang yang menyerukan pemikiran mereka dengan cara yang berbeda


Terimakasih karena sering menemaniku makan di kaki lima bersama dengan malam dan bising jalanan


Terimakasih karna selalu melipat jarak hanya untuk sekedar saling membunuh waktu bersama


Terimakasih karna sudah mengenalkanku pada ibumu


Dan kini, sampaikan salamku untuknya

Minggu, 21 Mei 2017

A Year Ago

Pada suatu malam kita duduk pada sebuah gerobak ronde
Kamu memintal rasa sesalmu dan aku berlari pada degup jantungku
Kau memaksaku menyeduh secangkir tanya
Langsung kau teguk
Sayangnya jawabnya tak jua jatuh di sekata lidahmu
Jadilah jam merupa tahun
Dan hari merupa abad
Tua lah aku di dalam bisumu













(21 mei 2016, YCP)

Rabu, 10 Mei 2017

Cinta Itu ...





Cinta bukan soal pengorbanan
dengan tulus tak terasa beban.


Biarlah yang terbaik jadi manis, dan pahit tak ‘kan jadi tangis.

Cinta memang tak perlu berbalas.
Tak usah mengemis dan memelas.


Biarlah yang terbaik jadi manis, dan pahit tak ‘kan jadi tangis. 

Cinta itu buat kapan-kapan
kala hidup tak banyak tuntutan:


biarlah yang terbaik jadi manis, dan pahit tak ‘kan jadi tangis.










silampukau

Kamis, 30 Maret 2017

Balasan Pesan



Aku tau
kau memang sedang meraih setiap mimpimu dan sibuk dengan dunia kerjamu
dan aku tau betul bahwa banyak beban dan tanggung jawab yang harus kau pikul dipundakmu.
Tapi tau kah kau rasanya terabaikan
Taukah kau rasanya menunggu berjam-jam hanya untuk dapat saling bertukar kabar


Jika kau memang takut akan ada yang memberikan waktunya lebih padaku, lalu kenapa tidak kau luangkan waktumu sebentar untukku?
Jika kau memang takut akan ada yang lebih peduli padaku, lalu mengapa seolah-olah kau lebih peduli pada dirimu sendiri?


Aku tidak pernah lupa, bahkan aku selau ingat bahwa aku adalah bagian dari mimpi-mimpi besarmu
Tapi tidakkah kau tau rasanya melewati masa- masa sulit itu tanpamu?


Aku selalu berharap, aku akan tetap menjadi yang kau miliki
Dan semoga akan tetap demikian adanya.

Senin, 27 Maret 2017

Mimpi

Guru 
              Ya dia memang berkeinginan untuk menjadi guru. 
Bukan guru dikota-kota besar melainkan guru dipelosok negri. 
Guru ditempat terkecil bahkan bisa dibilang pedalaman. 


             Tempat dimana tidak banyak orang ingin untuk mengajar disana, tempat dimana rentan adanya konflik atau pun perang antar suku, tempat dimana banyak penyakit dan minimnya air bersih. 


            Namun itu adalah tempat dimana ia ingin mengabdikan dirinya untuk membangun bangsanya melalui pendidikan. 
Keinginan yang begitu besar, bahkan sejak dia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. 


Entah apa yang membuatnya begitu ingin menjadi pendidik di tempat yang seperti itu, dimana ketika para sarjana pendidikan berlomba-lomba mencari sekolah di pusat kota dengan fasilitas yang lengkap dan gaji yang besar, sedangkan perempuan itu tergila-gila dengan sgala yang ada di timur Indonesia, tempat dimana ia ingin membagikan ilmu yang diamilikinya selama ini.  


Kulit yang hitam legam terbakar matahari dan wajah murni dihiasi senyuman manis lah yang mampu menggetarkan hatinya dan membuat tekadnya semakin kuat untuk meninggalkan kotanya dan beralih kedesa yang jauh dari kata nyaman. 


Jika semua orang berpikir mereka harus menjadi guru di sekolah yang bagus dan nyaman, lalu siapa kah yang akan mendidik anak-anak ditimur negri ini? Jika para sarjana pendidikan hanya berorientasi pada gaji besar dengan fasilitas lengkap, lalu siapa kah yang akan menggali potensi besar ditempat yang dianggap kecil itu?


 Pada dasarnya perempuan ini memiliki kesempatan yang sangat besar untuk dapat menikmati hidupnya sendiri, namun ia memilih mengabdi dan berbuat sesuatu untuk bangsanya. Memang banyak cara dan jalan untuk mengabdi bagi bangsa, dan menjadi pendidik adalah jalan yang ia pilih.