Guru
Ya dia memang berkeinginan untuk menjadi guru.
Bukan guru dikota-kota besar
melainkan guru dipelosok negri.
Guru ditempat terkecil bahkan bisa dibilang
pedalaman.
Tempat dimana tidak banyak orang ingin untuk mengajar disana, tempat
dimana rentan adanya konflik atau pun perang antar suku, tempat dimana banyak
penyakit dan minimnya air bersih.
Namun itu adalah tempat dimana ia ingin
mengabdikan dirinya untuk membangun bangsanya melalui pendidikan.
Keinginan
yang begitu besar, bahkan sejak dia masih duduk di bangku sekolah menengah
atas.
Entah apa yang membuatnya begitu ingin menjadi pendidik di tempat yang
seperti itu, dimana ketika para sarjana pendidikan berlomba-lomba mencari sekolah
di pusat kota dengan fasilitas yang lengkap dan gaji yang besar, sedangkan
perempuan itu tergila-gila dengan sgala yang ada di timur Indonesia, tempat dimana ia ingin
membagikan ilmu yang diamilikinya selama ini.
Kulit
yang hitam legam terbakar matahari dan wajah murni dihiasi senyuman manis lah
yang mampu menggetarkan hatinya dan membuat tekadnya semakin kuat untuk
meninggalkan kotanya dan beralih kedesa yang jauh dari kata nyaman.
Jika semua
orang berpikir mereka harus menjadi guru di sekolah yang bagus dan nyaman, lalu
siapa kah yang akan mendidik anak-anak ditimur negri ini? Jika para sarjana
pendidikan hanya berorientasi pada gaji besar dengan fasilitas lengkap, lalu
siapa kah yang akan menggali potensi besar ditempat yang dianggap kecil itu?
Pada dasarnya perempuan ini memiliki kesempatan yang sangat besar untuk dapat menikmati hidupnya sendiri, namun ia memilih mengabdi dan berbuat sesuatu untuk bangsanya. Memang banyak cara dan jalan untuk mengabdi bagi bangsa, dan menjadi pendidik adalah jalan yang ia pilih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar